Mengatasi Konflik Dalam Team
November 17th, 2007 by moribandLingkungan yang sarat dengan atmosfir persaingan, kadang tak bisa lepas dari konflik. Perbedaan karakter, ketidaksesuaian pendapat, dan penafsiran suatu ide merupakan beberapa hal yang kerap
menimbulkan konflik. Tetapi jika konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut tentu akan merusak suasana dan menghilangkan makna persaingan yang sehat.
Lalu bagaimana jika anggota tim Anda terlibat konflik yang cukup serius? Membiarkan mereka menyelesaikan sendiri tentu bukan langkah bijak. Sebagai pimpinan dari sebuah tim, Anda tentu harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan ketegangan dan konflik yang terjadi di antara mereka.
Berikut ini adalah tips untuk membantu mengatasi konflik dalam tim: * Akhiri pertengkaran
Hentikan percakapan tegang yang sedang terjadi. Terangkan pada kedua belah pihak bahwa mereka harus menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan pertikaian ini. Tekankan pada mereka bahwa ‘perdebatan’ tidak akan menyelesaikan masalah.
* Dengarkan masalah mereka satu persatu
Mintalah pada mereka untuk menceritakan masalahnya satu persatu. Saat masalah dikemukakan oleh satu orang, yang lain harus mendengarkan dengan cermat supaya tak terjadi salah paham. Setelah masing-masing pihak mengeluarkan ’suara’, carilah kesesuaian atau kesepakatan, hingga tercapai kesamaan tujuan. Pokoknya, jangan ada pertengkaran dalam mencari solusi.
* Rumuskan masalahnya
Setelah masing-masing pihak mengungkapkan penjelasan, tanyakan apa yang diinginkan oleh masing-masing pihak. Misalnya apa yang diinginkan A? Apa yang diinginkan B? Dengarkan apa kata si A dan si B, dan pahami problemnya. Setelah jawaban terkumpul, rumuskan apa masalah yang sedang terjadi.
* Pimpin tim menuju suatu resolusi
Setelah rumusan masalah telah Anda buat, perhatikan dan cari ‘wilayah persetujuan’. Biarkan kedua belah pihak merenungkan masalah yang mereka hadapi. Kemudian pastikan wilayah perseteruan. Lalu, carilah solusi win-win atau menang-menang, supaya semua pihak senang. Tentu saja, mesti ada kompromi di antara pihak-pihak yang bersitegang. Yakinkan bahwa kompromi dan negosiasi memang harus dilakukan.
Langkah-langkah di atas diyakini akan membawa tim Anda menuju sebuah persetujuan dan berakhirnya sebuah konflik. Jika semua ketegangan telah berlalu, ambil persetujuan untuk beralih ke tahap berikutnya.
Ingat, kemampuan Anda untuk mengatasi konflik di dalam tim adalah kunci sukses kepemimpinan. Bila Anda berhasil melewatinya, maka keahlian manajemen Anda telah teruji dengan baik. Belajar dan asahlah terus kemampuan Anda dalam mengelola tim . Good luck!
Kiat Menjadi Orang Kreatif
September 1st, 2007 by moribandOrang-orang yang kreatif adalah orang yang senantiasa memiliki daya cipta terhadap segala sesuatu. Di tangannya sebuah kertas polos yang amat sederhana pun bisa disulap menjadi sesuatu yang amat menarik. Karena itu banyak perusahaan yang lebih senang mempekerjakan
orang-orang kreatif, terutama perusahaan yang bergerak di bidang kreatif pula seperti publishing, advertising atau industri kerajinan.
Tapi banyak yang mengatakan bahwa kreatif merupakan ‘bawaan’ atau bakat. Artinya ada orang yang terlahir untuk menjadi orang yang kreatif dan ada yang tidak.
Tapi anggapan itu nggak seluruhnya benar kok. Karena ternyata kreativitas pada diri seseorang bisa diasah dan dilatih. So, anda yang merasa nggak terlahir sebagai orang yang kreatif nggak perlu pesimis, coba deh asah kreativitas anda dengan cara berikut ini:
- Miliki satu gagasan setiap hari
Di akhir jam kerja cobalah untuk merenung kira-kira 10 menit. Pikirkan apa saja yang telah anda lakukan pada hari itu. Kemudian pikirkan satu cara yang lebih baik untuk pekerjaan esok hari. Kemudian setiap akhir minggu kumpulkan semua gagasan anda selama enam hari. Lakukan evaluasi mana gagasan yang paling oke.
- Tidak harus besar
Untuk permulaan, nggak perlu ragu mengeluarkan gagasan meskipun itu bukan gagasan besar. Ingat tidak semua orang memiliki gagasan besar seperti Bill Gates penemu microsoft. Lihat saja pengarang novel, dia tidak mungkin langsung menghasilkan karya besar hanya dalam waktu semalam. Jadi walau gagasan kecil, coba deh untuk
mewujudkannya.
- Jangan ragu untuk bertanya
Jika anda merasa ‘mentok’ dalam menemukan gagasan, coba deh bertanya pada rekan-rekan tentang gagasan anda. Dengarkan apa komentar dan pendapat mereka tentang gagasan anda. Siapa tahu dari pembicaraan dengan mereka, anda akan menemukan gagasan yang ‘spektakuler’.
- Ciptakan gagasan yang berbeda
Sesuatu yang berbeda akan nampak menarik. So, jangan meniru gagasan orang lain secara utuh. Terinspirasi ide orang lain emang sah-sah aja, tapi coba deh kembangkan ide tersebut menjadi lain dari yang lain.
- Jangan lewatkan
Ide cemerlang bisa datang kapan dan dimana saja. Maka siapkan selalu alat tulis untuk mencatat ide yang muncul mendadak. Kemudian di waktu yang lebih tepat, pikirkan cara untuk mewujudkan ide tersebut. Jika anda sudah merasa mantap dengan gagasan anda,
kemukakan ide anda pada bos. Nggak perlu takut ditolak, sekali anda takut maka gagasan anda akan ‘mentah’ kembali. Ingat, anda membutuhkan dukungan orang lain untuk merealisasikan gagasan anda. Selamat menjadi orang yang kreatif…!
Kiat Gaul yang Bikin Sukses
September 1st, 2007 by moribandKalau anda ingin sukses dalam hidup ini, bergaullah. Kalimat ini bukan tanpa alasan. Jika anda mempraktekkannya dengan benar, anda akan menyadari bahwa kalimat tersebut bukan cuma ‘isapan jempol’ belaka. Tapi pergaulan yang anda jalani tentu saja bukan asal gaul.
Ada kiat tersendiri agar pergaulan anda membawa kesuksesan.
Berikut ini adalah kiatnya:
- Jangan sekalipun bersikap angkuh dan arogan ketika
berkumpul dengan teman-teman anda. Kalau bicara, jangan
terkesan tinggi hati dan egois. Lebih baik anda bersikap
ramah tetapi bersahaja.
- Jangan minder. Bersikap rendah hati boleh asal jangan
sampai minder. Karena sikap minder hanya akan membuat
anda tampak janggal di tengah teman-teman yang lain.
- Selama berada di tengah teman-teman anda jangan
terlalu sering membicarakan diri pribadi. Karena
dikhawatirkan anda akan terjebak pada kebanggaan diri
yang berlebihan.
- Milikilah pendapat pribadi. Bersikap ‘cool’ dan ‘calm’
boleh aja, tapi jangan ragu untuk mengungkapkan pendapat
pribadi jika diperlukan. Mereka akan semakin respek jika
anda berani mengungkapkan pendapat. Terlebih jika
pendapat anda cukup berkualitas.
- Jawablah telepon dan email mereka. Komunikasi dua arah
memang lebih baik untuk menjaga hubungan. Jika anda
tidak membalas komunikasi mereka jangan harap hubungan
anda dengan mereka bisa berlangsung lancar.
- Berikan informasi yang mereka butuhkan. Mereka akan
sangat berterima kasih jika anda memberikan informasi
yang mereka perlukan. Sebaliknya mereka pun tidak akan
menutup-nutupi informasi penting yang perlu anda
ketahui.
- Jangan abaikan penampilan. Ingat, penampilan menunjang
kesuksesan anda. Jika anda asal-asalan dalam berpakaian
dan berbicara, orang akan malu berada di dekat anda.
Tetapi jika anda bisa menyesuaikan penampilan dalam
setiap kesempatan, mereka akan merasa nyaman bersama anda.
- Tunjukkan kesan bahwa anda selalu optimis. Orang-orang
yang terlihat pesimis, apatis dan acuh tak acuh bukanlah
orang menyenangkan di dalam pergaulan. Golongan ini
dianggap tidak membawa dampak positif bagi kemajuan
rekannya. Maka jadilah pribadi yang optimis dan selalu
memandang hidup ini dengan positif.
Pada intinya, pergaulan tidak akan memberi dampak apa-apa bagi kesuksesan anda jika anda sendiri tidak tahu cara bergaul yang baik. Percayalah jika anda sukses dalam pergaulan yang positif akan berdampak pada kesuksesan karir anda. Coba deh…!
Bergerak Maju Mencapai Tujuan
August 30th, 2007 by moribandSiapa sih yang yang tak ingin memiliki kehidupan yang lebih baik dari saat ini? Setiap orang pasti ingin memperbaiki kehidupannya : mencapai sesuatu, memulai hal yang baru, menemukan ketenangan. Sepanjang kehidupan kita, proses semacam ini akan terus berlanjut. Semua orang memiliki langkah berikut untuk diambil, dan setiap orang pasti memiliki kesulitan untuk menyelesaikannya. Pada dasarnya, kita semua menggunakan waktu untuk membuat alasan dan menghindari melangkah ke depan.
Berhenti di satu tempat memang benar-benar menyakitkan. Sebenarnya keinginanan untuk mengubah kebiasaan dan memperbaiki kehidupan seharusnya datang dari jiwa Anda. Saat Anda tidak bergerak untuk mencapai tujuan, Anda malah membatasi ungkapan jiwa Anda. Mengalami frustasi yang menumpuk dari waktu ke waktu karena tidak berfungsinya pola sabotase diri yang mewakili masalah tersebut. Berikut kami sampaikan panduan untuk menumbuhkan kesadaran sehingga Anda dapat bebas dan bergerak maju dalam kehidupan dengan lebih efektif.
1. Singkirkan Rasa Takut Dipermalukan. Kebanyakan orang mengontrol diri lantaran merasa takut dipermalukan. Kita seringkali berpikir tentang apa yang dikatakan orang lain jika melihat kekurangan kita? Sebenarnya, dengan mengenali hal ini Anda dapat menemukan tempat sejati dari kontrol dalam diri Anda sendiri. Melihat keluar dari diri kita hanya untuk mendapat persetujuan, penerimaan dan cinta, merupakan jebakan ego belaka. Rasa takut dipermalukan oleh feedback luar sebenarnya hanya berdasar pada kebanggaan diri. Saat kita sudah tak lagi melihat diri kita dari kaca mata orang lain, saat kita tal lagi ingin semata-mata mendapat persetujuan dan penegasan, pada akhirnya kita akan dapat menemukan sumber sejati dari keberadaan kita. Penemuan inilah akan membawa kita ke tempat terdalam dari kejujuran dan kerendahan hati yang ada di dalam diri. Dengan cara ini kita dapat menenali jiwa sejati dari diri sendiri.
2. Untuk Apa Anda Hidup? - Anda mungkin membayangkan banyak hal indah dalam kehidupan ini yang datang dalam waktu sekejap. Jika benar demikian, Anda hidup dalam dunia fantasi! Di planet ini, hasil datang dari perpaduan antara visi dan tindakan, yang dilakukan selangkah demi selangkah. Terlepas menunggu kesempatan yang sempurna, pertanyakan pada diri sendiri ‘Apa yang aku telah lakukan selama ini?" Cukup sudah menenangkan diri sendiri dengan harapan kosong dan janji tak pasti. Anda perlu mulai bertindak untuk mewujudkan apa yang Anda impikan. Jika tidak, harapan-harapan kosong itu malah akan membuat diri Anda frustasi.
3. Bimbingan Yang Berlebihan - Bimbingan berlebih terjadi lantaran terlalu banyak meminta batuan pada orang lain tapi tak pernah bertindak untuk mulai melaksanakannya. Menganalisa tiap-tiap bimbingan, serta menunggu dan terus menunggu bantuan yang lain, dimana akhirnya malah jadi perangkap, yang justru membuat Anda tak segera bergerak untuk mengambil langkah. Bimbingan yang berlebihan ini juga jadi indikasi membiarkan orang lain mengambil tanggungjawab untuk Anda. Seharusnya Anda bergerak maju ke arah yang Anda inginkan dengan dorongan diri sendirig. Untuk melepaskan diri dari bimbingan yang berlebihan ini, Anda perlu kembali ke tempat dimana Anda memulai langkah pertama. Saat rasa takut timbul, terima saja! Pada dasarnya, kekuatan terbesar kita terletak pada pilihan kita dalam menghadapi rasa takut, menghadapai atau menghindarinya.
4. Temukan Dukungan Yang Tepat Dalam Setiap Tahap Pertumbuhan. Kesuksesan pribadi tergantung pada bagaimana ketetapan hati Anda untuk menemukan kebutuhan belajar membuat irama dan lalu mendukungnya dengan koreksi dan feedback yang tepat. Kapanpun Anda butuh kemampuan baru, dengarkan kebutuhan dalam hati Anda dan temukan dukungan dari sekeliling dan diri Anda sendiri untuk mendapatkan sukses.
Manajemen Waktu, Kunci Utama Mencapai Sukses
August 30th, 2007 by moribandBetapa seringnya kita mendengar pepatah yang mengatakan ‘Waktu Adalah Uang. Tapi sebenarnya berapa banyak diantara kita yang benar-benar dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya? Sebenarnya, jika Anda ingin mengatur kehidupan Anda dan membuatnya menyenangkan, sebagai permulaan yang Anda butuhkan adalah mengatur waktu Anda. Tak perlu dipertanyakan lagi, pengaturan waktu yang efektif merupakan hal mendasar untuk lingkup berbagai wilayah kehidupan. Pada kenyataannya, seringkali terdapat perbedaan antara pencapai kehidupan sejati dan orang-orang yang, meski sibuk, tak pernah sampai pada titik dimanapun.
Tak mengejutkan kalau dalam seluruhan industri pengaturan waktu jadi sebuah kebutuhan. Tapi jika Anda meninjau lebih dalam, Anda akan dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu tak jauh beda dengan manajeman diri. Karena pada kenyataanya, Anda tak dapat mengatur waktu, tapi Anda dapat mengatur diri sendiri dan apa yang Anda lakukan dalam setiap kesempatan.
Kebanyakan ahli sepakat bahwa sukses merupakan hasil dari kebiasaan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperlancar bagaimana Anda menggunkan waktu, yakni dimulai dengan kebiasaan Anda (kontrol diri). Dan kebiasaan ini dimulai sebagai pembuatan keputusan secara sadar.
Sekali Anda bisa, seterusnya kebiasaan bagus ini jadi hal alami. Dalam banyak kasus, sukses bukan dihasilkan dari hal yang tak biasa, tapi lebih sebagai hasil dari kemampuan seseorang untuk ‘menguasai keduniawian’. Dengan konsisten menampilkan seluruh tugas penting yang belum sempurna, sejalan dengan waktu aktivitas ini akan berubah jadi pencapaian besar.Berikut beberapa aturan sederhana yang dapat diikuti untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:
- Jangan Menangguhkan. Lakukan saat ini juga. Saat orang menunda sesuatu, itu berarti membunuh daya gerak pencapaian pada tujuan saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang lantaran waktu yang tersumbat. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline untuk tujuan yang harus dicapai. Menghindari deadline terakhir membawa penundaan yang diatur tujuan sebagai perantara untuk mencapai setingkat demi setingkat menuju tujuan.
- Lacak Aktivitas Anda. Memori adalah penuntun yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana Anda melewatkan waktu Anda. Cara terbaik untuk merekam aktivitas Anda sepanjang hari adalah dengan mendata apa yang Anda lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih membangun atau tindakan yang efisiean. Kurangi waktu yang Anda gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak mengahasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak penting.
- Berkonsentrasi Pada Hasil. Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang hiruk-pikuk, tapi hanya sedikit membuahkan hasil. Itu semua terjadi karena mereka tak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Aktivitas dapat memang kadang dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan Anda. Dengan lebih berkonsentrasi pada sedikit preoritas ‘utama’ secara teratur. Anda dapat mencapai lebih banyak hal dalam waktu singkat.
- Ingat Prisip 80/20. 20% kunci aktivitas Anda akan memberi Anda 80% dalam bentuk hasil. Tujuan Anda adalah mengubah ini untuk memastikan kalau Anda berkonsentrasi sebanyak usaha yang mungkin Anda lakukan untuk hasil tertinggi dari tujuan.
- Gunakan Waktu Perjalanan Dengan Bijaksana. Sangat mudah untuk mengabaikan waktu yang dilakukan untuk menempuh perjalanan dalam penafsiran manajeman waktu. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah ini merupakan waktu yang sesuai dimana Anda dapat juga menggunakannya secara lebih produktif. Sebagai contoh, jika Anda memilih naik bus atau kereta untuk menuju tempat kerja, apakah ini menyediakan kesempatan untuk membuat penggunaan waktu Anda jadi lebih baik? Atau jika Anda nyetir sendiri, apa Anda bisa mendengarkan rekaman pendidikan atau motivasional yang dapat membuat Anda memperbaiki ketrampilan dan lebih produktif?
- Bangun Rancangan Aksi. Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan. Ini beda dengan To Do list dimana fokus utmanya adalah pencapaian tujuan, (dan langkah untuk mencapainya secara spesifik) dari pada hanya membuat tujuan untuk dicapai dalam periode waktu. Kapanpun Anda ingin mencapai sesuatu, buat gambaran gambalng dari rencana tindakan, ini akan memberi Anda kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuannya dalam perwujudan.
- Merespon Dengan Cepat. Sebagai contoh, urus mail Anda begitu Anda menerima surat. Jangan biarkan tagihan dan surat-surat itu membebani Anda. Jika Anda tak bisa membalas sebuah surat saat itu juga, buat file di tempat khusus yang mudah dilihat, dan tuliskan di amplop tindakan yang dibutuhkan serta tanggal dimana Anda dapat menyelesaikannya.Ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan biarkan komputer, meja dan pikiran Anda jadi bertumpuk dengan hal yang tak berguna.
- Bersikap Tegas. Belajarlah berkata tidak pada orang lain. Waktu Anda sangat berharga. Jadi jangan biarkan orang lain menentukan atau memanfaatkan Anda untuk kepentingan rencana mereka. Batasi gangguan sebisa mungkin. Tutup pintu Anda, matikan nada dering telepon atau minta dengan terus terang agar Anda tidak diganggu.
- Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai. Saat Anda mengatur waktu dan bisnis Anda, pastikan untuk menyisihkan saat untuk bersantai.
Tugas pertama Anda untuk dapat mengatur waktu dengan lebih baik adalah membuat mendaftar seberapa banyak waktu yang Anda buang sia-sia selama sehari, dari sana atur ulang aktivitas Anda untuk melakukan yang lebih maksimal dalam setiap menit. Lebih dari segalanya, berpegangteguhlah pada rencana Anda. Jadwal yang Anda buat hanya dapat terlaksana dengan benar hanya jika Anda keukeh dengan itu. Nah, dengan mengikuti tips ini kami harap Anda akan memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda capai dalam hidup Anda.
12 Sikap Penyumbang Kegagalan
August 2nd, 2007 by moribandArogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah
Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian
Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya
Excessive Caution: takut mengambil keputusan
Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga ke orang lain
Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dg orang lain
Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar
Eccentricity: selalu ingin berbeda, sehingga terkadang dianggap aneh oleh orang lain
Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan
Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yg benar
Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi
Egoism : Merasa dirinya idialis dan paling benar dalam segala hal, ide2 dan pemikirannya harus dituruti.

